Dakwah Kami

Dakwah Kami

Judul di atas merupakan salah satu bagian dari buku Risalah Pergerakan 1. Pada bagian ini di jelas kan secara gamblang jelas dan komprehensif bagaimana dakwah yang kita emban bersama ini.

Seperti yang kita pahami dan kita jalani, bahwa dakwah yang kita bawa ini memang terang benderang, tanpa ada yang di tutup-tutupi. Jika bahasa Syaikh Hasan Al Banna, bahkan terang nya lebih teranh dari sinar matahari, lebih jelas dari cahaya fajar, dan lebih benderang dari putih nya siang.

Misi dakwah yang kita emban memiliki sifat yang bersih dan suci, pertanyaannya bersih dan suci seperti apa? bersih disini memiliki arti bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu, sesuai dengan yang tertulis pada surat Yusuf: 108

Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu.”

Sedangkan pengertian suci disini merupakan tidak mengharapkan apapun dari manusia, baik materil maupun non materil, yang diharapkan hanya pahala dan Ridho Allha SWT.

Kasih sayang yang ada di dakwah ini sedemikian besar nya, bagaimana ketika memahami serta memaknai dakwah ini maka secara langsung kita akan dengan sadar mencintai umat ini daripada diri kita sendiri, bangga ketika jiwa jiwa kita gugur sebagai penebus bagi kehormatan umat ini. Hati kita akan berat ketika kita menyaksikan bencana yang melanda umat ini, sementara kita hanya menyerah dengan keadaan. Jika menggunakan bahasa Hasan Al Banna bahwa Kita ini adalah milik mereka,saudara saudara tercinta, sesaat pun tidak akan pernah menjadi musuh kalian.

Apakah kita menganggap semua yang kita lakukan adalah sebuah keutamaan ? semoga saja jawaban kita semua adalah tidak, karena kita hanya percaya pada firman Allah swt,

Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar.” Al Hujurat: 17

Jika kita boleh berandai-andai, bahwa suatu saat nanti isi hati ini akan terungkap di depan penglihatan dan pendengar umat ini, maka yang akan terungkap bahwa tidak ada di dalam hati ini selain kecintaan yang tulus, rasa kasih yang dalam, serta kesungguhan kerja guna mendatangkan manfaat dan kebaikan bagi umat ini. Namun biar lah hanya Allah yang mengetahui isi hati ini.Hanya Dia lah yang menanggung serta mendukung kami dengan segala pertolongan yang di berikan oleh-Nya.

Ada empat golongan manusia ketika dihadapkan dengan Dakwah ini, kita bias menyebut empat golonga ini sebagai golongan objek dakwah, antara lain sbb :

1. Golongan Mukmin

2. Golongan yang ragu ragu

3. Golongan yang mencari keuntungan

4. Golongan yang berprasangka buruk

Pada golongan mukmin, merupakan orang orang yang sudah meyakini kebenaran dakwah ini, tsiqoh kepada perkataan kami, dan sudah menemukan kebaikan kebaikan yang terkandung dalam dakwah ini. terhadap golongan mukmin, kita mengajak untuk segera bergabung serta bekerja sama dengan kita, agar suara suara suara da’I akan semakin meninggi dan bermanfaat.

Pada golongan yang ragu ragu, bisa jadi orang orang yang termasuk golongan ini belum mengetahui secara jelas hakikat kebenaran dan belum mengenal manfaat di balik ucapan ucapan kita. Sembari kita biarkan mereka dengan keraguan kita juga menyarankan agar mereka tetap berhubungan dengan kami lebih dekat lagi, membaca tulisan tulisan kita dan apa saja yang terkait dengan kita. Insya Allah hati hati mereka akan menjadi tenteram dan dapat menerima kami.

Pada golongan yang mencari keuntungan, orang orang pada golongan ini merupakan orang orang oportunis, orang orang yang hanya bergerak ketika mengetahui keuntungan yang akan mereka dapat kan. Terhadap orang orang seperti ini kita akang mengatakan “Menjauhlah! Disini hanya ada pahala dari Allah jika kamu benar benar ikhlas, dan Syurga jika ada kebaikan di dalam hati mu..”, jika saja Allah menyingkap tabir kegelapan dari hati mereka dan menghilangkan keserakahan pada jiwa nya, sudah pasti mereka akan mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan kekal. Kita meyakini pada saat seperti itu lah orang orang tersebut akan totalitas bergabung bersama kami dengan harta dan jiwa nya demi memperoleh balasan dari Allah di akhirat kelak.

Pada golongan yang berprasangka buruk, hati pada orang orang ini sudah diliputi keraguan atas kami serta selalu berprasangka buruk kepada kita. Mereka selalu saja melihat kita dengan kacamata hitam pekat, selalu membicarakan kita dengan pembicaraan yang sinis. Kita akan terus mendakwahi mereka dengan sabar serta berdoa kepada Allah agar menunjukan kebenaran kepada mereka.

Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda, yang ada hanya sikap totalitas. Siapapun yang bersedia, maka diri nya harus hidup bersama dakwah dan dakwah akan melebur ke dalam diri nya. Adapun bagi yang lemah, diri nya akan terhalang dari pahala besar mujahid dan tentu tertinggal bersama orang orang yang hanya duduk duduk.

Kita mengajak semua manusia kepada suatu ideology. Sebuah ideologi yang jelas, definitif, dan aksiomatik. Sebuah ideologi yang mereka semua telah mengenal nya, beriman pada nya, dan percaya akan kebenarannya. Sebuah ideology yang telah dibuktikan oleh pengalaman dan disaksikan oleh sejarah akan keabadian dan kelayakannya dalam menata dan menyejahterahkan kehidupan manusia.

ada hal menarik yang dibahas oleh Hasan Al Banna pada bagian DUA IMAN, baik kami maupun umat kami sama sama beriman dan meyakini kebenaran ideology Islam. Yang menjadi pembeda yakni iman pada umat kami tertidur lelap karena nya lah tidak mempunyai daya dorong yang kuat yang dapat membuat mereka mau melaksanakan segala konsekuensi keimanan tersebut. Namun sebalik nya iman itu terasa begitu kuat, penuh vital dan senantiasa menggelora dalam jiwa kita sebagai pengemban dakwah ini.

Modal dasar pencapaian tujuan, pemikiran Dakwah ini berpusat :

1. Manhaj yang benar. Manhaj kita temukan dalam Al Qur’an, sunnah dan hukum hukum islam ketika ia pertama kali dipahami oleh kaum muslimin dengan bersih segar dan jauh dari berbagai pengaruh paham paham lain.

2. Pendukung yang beriman. Dakwah ini selalu berusaha menerapkan islam yang telah mereka ketahui untuk diri mereka sendiri dengan penuh kesungguhan dan penuh keseriusan.

3. Pemimpin yang kuat dan terpercaya. Selalu taat kepada pemimpin dan di bawah bendera pemimpin itu merek bekerja.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.